Cita-cita

Apa cita-cita mu?

Setelah lulus dan diwisuda, adalah masa dimana saya merasa ‘inilah waktu untuk mengejar cita-cita gue‘.  Tapi di saat yang bersamaan, saya mengakui bahwa ada perasaan lain yang datang, seperti: ‘apakah cita-cita gue itu pilihan yang tepat untuk hidup gue?

Belajar dari suatu pengalaman test kerja, saya setuju bahwa ada dua hal di dalam hidup  yang sangat bergantung kepada pilihan kita dan takdir (atau jodoh kali ya). Kedua hal itu adalah pekerjaan dan pasangan hidup. Anda setuju dengan hal ini?

Ada berapa orang yang berhasil menjadikan cita-citanya menjadi pekerjaannya? Pertanyaan itu hampir sama dengan: Ada berapa orang yang berhasil hidup dari hobinya?

rainbow-clown-patty-vicknair

Apakah badut sedari dulu memang bercita-cita menjadi badut?

Apakah seorang presiden direktur sebuah bank besar sejak kecil ingin bekerja sebagai tukang hitung uang?

Obama bisa saja sewaktu kecil pernah mengatakan dia ingin jadi presiden, tapi apakah dia benar-benar ingin jadi presiden hingga tidak ada cita-cita lain?

***

Saya baru saja memasukkan lamaran ke Departemen Luar Negeri (Deplu). Sewaktu memutuskan untuk melamar Deplu dahulu, saya teringat cita-cita saya sedari awal kuliah: gue pengen jadi wartawan perang.

Baik Deplu, wartawan, atau pekerja sosial, itu semua pilihan dan rencana saya. Yang saya butuhkan saat ini adalah keinginan yang kuat untuk melaksanakan apa yang sudah saya pilih, tidak setengah-setengah. Plan A, plan B, atau plan C juga tetaplah sebuah pilihan, bukan?

***

Mari menyelamatkan cita-cita kita…

Cheerio!

About these ads

About this entry