BBM Naik!!

“…BBM tidak naik hanya akan menguntungkan orang kaya…” begitu kata Bapak Wapres Jusuf Kalla, beberapa hari yang lalu saya lihat di TV.

Saat mendengar siaran berita itu, gue langsung tersontak. Kaget! Bagaimana tidak, pernyataan seperti itu justru dapat memecahbelah masyarakat. Secara tidak langsung, Bapak Wapres ‘mengotak-ngotakkan’ masyarakatnya berdasarkan tingkat ekonomi mereka, selain itu, secara tidak langsung juga beliau mengatakan bahwa kebijakan pemerintah dari awal hingga kini adalah kebijakan yang hanya menguntungkan golongan kaya saja. Karena pernyataannya itu sama saja dengan ‘Hey, orang kaya itu sudah beruntung selama ini’, betul tidak?

Parahnya lagi, tepat  setelah berita itu, muncul berita wawancara dengan mantan presiden Megawati Soekarno Putri menyikapi wacana pemerintah mengenai kenaikan BBM. Opini yang ada bukanlah mendukung pemerintah, tapi justru bertindak benar-benar layaknya seorang oposisi, menyalahkan pemerintah yang kurang sigap akan kenaikan harga dunia. Beliau justru bilang ‘Kenaikan harga seperti itu dari dulu sudah kami prediksi. dan blablabla…’

***

Harga Premium: Rp. 6000,-/liter

Harga Solar:  Rp. 5500,-/liter

Harga Minyak Tanah: Rp. 2500,-/liter

Ditambah lagi listrik juga naik, dan uang kos gue juga naik. Aarrrgggghhh!!

Apa kabar duniaa????!!! I don’t really care how expensive the fuel price is. Karena harga minyak dunia memang sudah sangat mahal. Tapi ya jangan dikasi harga baru begitu aja donk, tanpa solusi selain menyuruh rakyat hemat! Apa etis jika menaikkan harga, menyuruh hemat, tapi tidak memberi fasilitas untuk membantu penghematan.

Gue  lebih senang naik kendaraan umum kemana-mana. Ya, lebih senang. Selain memang karena sudah terbiasa, tapi juga akan menghemat penggunaan BBM sendiri, dan bisa sekaligus menjaga lingkungan. Ayo donk, naikkan harga BBM boleh, tapi sekalian benerin donk fasilitas-fasilitas transportasi publiknya.

Di Jakarta sendiri Gubernur yang penuh janji itu harus  berpikir berulang kali dalam mengantisipasi dampak kenaikan BBM ini. Gue yakin, gubernur (atau yang mau jadi gubernur Jakarta) bakal sangat didukung kalau ‘berani’ menambah jalur khusus sepeda di jalanan ibu kota. Banuak kok yang mau naik sepeda di Jakarta, termasuk gue.

Tambah ribet aja lagi, berbagai kalangan uda mulai demo kenaikan harga. Sampai-sampai terjadi kerusuhan kampus lagi sebuah kampus yang bukan di Jakarta. Ayo donk, mau kapan orang Indonesia ini bisa dewasa? Anak-anak kampus gue aja bisa dewasa kok baca aja postingan Politik Kampus.

Yaah, intinya memang gue menuntut adanya perbaikan fasilitas transportasi di samping kenaikan harga BBM itu. Sekali-kali nuntut gapapa kaan?? Dari pada demo sana-sini nuntut BBM turun, gak guna!

***

We make a living by what we get, we make a life by what we give.

Sir Winston Churchill (1874-1965)


About this entry