Praktek Diplomasi-Part 1 (Politik Kampus-Part 2)

Sebenarnya tulisan ini tidak betul-betul menunjukkan perpolitikan di kampus. Hanya saja, mungkin akan mewakili sebagian trik dan intrik yang biasa dilakukan di dunia politik.

***

Teman gue Calvin uda nulis banyak tentang ajang Praktek Diplomasi (Prakdip) di jurusan HI di kampus gue. Anyway, Prakdip itu merupakan mata kuliah semester 7 yang berbobot 4SKS. Dalam mata kuliah itu kita diajarkan bagaimana melakukan diplomasi ala diplomat sebenarnya. Ada cara berbicara, melobby, berpakaian, dan hal-hal lainnya yang benar-benar seperti aslinya secara teori maupun praktek. Untuk praktek nya sendiri, yang menjadi panitia nya adalah 3 angkatan dibawah peserta prakdip (ya kalo prakdip kali ini yang jadi panitia adalah 2006, 2007, dan 2008). Ya untuk gambaran lebih lengkapnya bisa baca di blognya Calvin aja.

Mungkin terlalu cepat kalo gue nulis tentang Prakdip semester ini. Gue baru FRS kemarin Sabtu, belom mulai kuliah, apalagi menikmati Prakdipnya sendiri.

Tapiii, roman-roman pradip tu uda cukup berasa. Dimana-mana gue denger orang nanya “Eh kelompok Prakdip lo sama siapa aja?”. Dan mulai terdengar, “Eh, gue akhirnya masuk kelompok si A.”, dan lain-lain.

Denger-denger si yang akan jadi dosen Prakdip semester adalah Mas Banyu dan Mas Bonggas. Baguslah ada 2 dosen, mengingat jumlah angkatan 2005 itu banyak banget, belum lagi ada angkatan-angkatan sebelumnya yang belum ngambil Prakdip.

Untuk saat ini juga, masalahnya bukan pada siapa dosen yang akan mengajar. Tapi lebih kepada ‘berapa sih sebenarnya jumlah anggota tiap delegasinya?’

Kenapa itu penting? Ya karena dari sekarang kita memang harus memantapkan langkah bersama anggota delegasi kita sendiri.  Sampai saat ini, gosip-gosipnya jumlah anggota perdelegasi awalnya dari tahun ketahun jumlah nya cuma 5orang per delegasi. Lalu sekarang katanya 6-7 orang, tapi ada juga yang bilang 7-8 orang. Padahal   Itu jumlah yang kebanyakan si menurut gue, mengingat peran masing-masing anggota ke depannya. Alasannya perubahan jumlah anggota delegasi itu karena, simulasi kali ini rencananya akan meniru sidang Uni Eropa yang jelas-jelas hanya beranggotakan 27 negara (biasanya menggunakan sidang PBB).

Karena jumlah anggota yang berkembang itu, sekarang ada beberapa kelompok yang justru pecah karena anggotanya pindah ke kelompok lain yang dirasa lebih OK. Gue sendiri kemarin sempat diajak masuk ke kelompok teman gue, yang awalnya gak gue masukin karena udah pas jumlahnya (5orang). Tapi ajakan itu gue tolak dengan segala macam pertimbangan. Dan kemarin juga, kelompok gue yang awalnya beranggotakan 5orang kemudian menambah 1orang lagi anggota.

Selain itu, orang-orang yang menjadi anggota delegasi merupakan point terpenting dalam Prakdip. Dalam satu semester ini, bisa dibilang prakdip adalah mata kuliah yang paling menyita waktu, tenaga, bahkan uang. Jadi adalah sangat penting jika kita memilih orang-orang yang tepat untuk bekerjasama selama beberapa bulan ini. Siapa sih yang mau mengorbankan mata kuliah 4 SKS?

Ya begitulah, untuk saat ini keadaan memang belum begitu panas. Masih seputar perekrutan anggota delegasi dan tarik-menarik teman aja.  Belum ada tuh gue denger acara tusuk-menusuk dari belakang di antara peserta Prakdip. Kita tunggu saja nanti.

Semoga Prakdip 2008 kali ini bisa menyajikan Simulasi Sidang Internasional terbaik.

Amen!

***

“Politics is not a bad profession. If you succeed there are many rewards, if you disgrace yourself you can always write a book.”
-Ronald Reagan (1911 – 2004)-


About this entry