Wonderful Indonesian (Part 2)

ing madyo mangun karso” — di tengah membangun karya-Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantoro)-

***

Kembali lagi dengan tulisan bertajuk Wonderful Indonesian. Jika di bagian pertama saya menulis idola saya Levi Gunardi, maka pada tulisan ini saya akan menulis tentang maestro World Music di Indonesia, Viky Sianipar. Kenapa gue tulis tentang Viky Sianipar?

Karena menurut gue, Viky mempunyai kemampuan untuk menciptakan produk ‘Indonesia berdaya saing tinggi’. Tidak hanya itu, coba buka official website Viky Sianipar, lihat di bawah logo dan tulisan namanya, ada sebuah kalimat yang menarik hati saya: ‘Pujilah Tuhan dengan menanam pohon’.

Menarik bukan? Simpel sih, tapi coba saja, memangnya ada pembaca blog saya ini yang secara langsung benar-benar menanam sebuah pohon? *Gue si lumayan sering*

***

Anyway, gue gak kenal Viky Sianipar secara langsung. Tapi perkenalan gue dengan musiknya berawal dari jaman-jaman SMA dulu. Dulu gue ngeliat ada kaset aneh di rumah sepupu gue dengan pikiran ‘Sapa si ni orang? Bangga banget dengan marganya!’ (waktu itu gue belum bangga dengan jati diri gue sendiri sebagai orang Karo). Eeeh, ternyata bokap gue juga punya tu kaset di mobilnya. Dan jadilah mendengarkan lagu-lagu orang yang gue anggap agak aneh tadi.

Waktu gue mau denger, bokap gue langsung nyuruh untuk dengerin lagu Piso Surit, lagu berbahasa Karo yang bercerita tentang seorang perempuan yang menunggu kekasihnya di jaman perang dulu. Cerita tentang lagu itu sendiri bisa dibuka di blognya Petra Barus. Lagu Piso Surit yang diaransemen ulang Viky Sianipar itu membuat saya benar-benar merasakan perasaan gadis yang menunggu kekasihnya itu. Coba aja buka videonya disini. Selebihnya, Viky telah mengaransemen ulang banyak sekali lagu-lagu dari ke-5 suku Batak, tidak hanya lagu-lagu dari suku Batak Toba saja. Untuk lagu Piso Surit sendiri, lagu ini berhasil menembus masuk MTV pada tahun 2002. Bukan main kan? Bisa sebutkan lagu tradisional apa lagi yang berhasil masuk ke jajaran MTV Ampuh?

Profil lengkap Viky Sianipar bisa dilihat disini. Viky telah mengeluarkan 6 Album: Toba Dream 1, Toba Dream 2, Toba Dream 3, Nommensen, Hatahonma, dan Indonesian Beauty. Di album yang terakhir itu, lagu-lagu yang disuguhkan Viky Sianipar tidak hanya lagu-lagu Batak saja, kita bisa melihat ada lagu Es Lilin, Bubuy Bulan, Indonesia Pusaka, dan lagu-lagu lainnya. Dan sama seperti lagu-lagu di album-album sebelumnya, kita bisa merasakan nuansa baru dari tiap-tiap lagu yang diaransemen ulang. Hanya saja, pada lagu Kacang Koro di album Toba Dream 2, ada cengkok bahasa Karo yang kurang bisa diberikan oleh penyanyinya. Ya mungkin karena penyanyinya bukan orang Karo.

Di album Indonesian Beauty juga, Viky berkolaborasi dengan Sujiwo Tejo, maestro world music Indonesia lainnya, pada lagu Dara Muluk dan Suara Suling. Tidak lupa juga, Viky pernah berkolaborasi dengan Edo Kondologit-siapa yang tidak kenal dia, Tio Fanta Pinem, Ramona Purba-2 penyanyi Karo yang terkenal di kalangan orang Karo, Korem Sihombing-pemain suling Batak, atau Tengku Ryo Rizkan, dan banyak musisi lainnya.

Lagu-lagu ciptaan Viky, antaralain: Toba Smile Part 1, Toba Smile Part 2, Journey to Deli, Horas Banyuwangi, dan masih ada lagu-lagu lainnya.

Karya Viky yang terakhir adalah aransemen lagu Lirih yang dinyanyikan oleh penyanyi legenda Chrisye. Lagu ini lagi naik daun lho, sekaligus menaikkan nama Viky Sianipar. Katanya sih, Alm. Chrisye berpesan jika lagu ini dipublkasikan, yang mengaransemennya haruslah Viky Sianipar. Dan hasilnya, lagu Lirih ini menjadi benar-benar lirih. Coba saja lihat videonya.

Lalu, kenapa saya mengatakan bahwa karya-karya Viky Sianipar merupakan produk lokal yang luar biasa?

Di setiap albumnya, Viky membawa pesan-pesan khusus, antara lain: Save Danau Toba atau Save our Forrest, dan pastinya melestarikan musik Indonesia sendiri. Tidak hanya sekedar semangat saja, Viky merealisasikan pesannya itu dengan membentuk TobaDream Conservation Program dan konser besar guna menggalang dana pelestarian Danau Toba yang kini sudah tidak seindah jama-jam gue masih TK. Coba buka http://tongginghill.com, itu adalah jurnal pribadi dari Viky Sianipar. Di blog itu kita bisa melihat program-program yang telah dilakukannya.

Jadi, seorang Viky Sianipar tidak hanya menciptakan karya-karya yang hebat, atau hanya membawa semangat primordialisme nya saja. Ia membangun ulang semangat kaum muda untuk mencintai lagu-lagu milik bangsa sendiri dengan menciptakan aransemen yang akrab di telinga kita. Selain itu ia pun mengajak kita bersama-sama menyelamatkan alam Indonesia.


About this entry