Praktek Diplomasi (Part 2)

Kemarin, hari Selasa (23/09) gue dan teman-teman sekelas Praktek Diplomasi menjalani UTS. Tema yang diangkat dalam sidang kelas C adalah Russia-Georgia Conflict: addressing territorial integrity and the final status of South Ossetia and Abkhazia, particularly in the light of Russia’s recognition of their independence. Model sidang yang digunakan pada UTS kali ini adalah sidang Dewan Keamanan PBB (UNSC).

Sidang berjalan cukup dinamis. Tiap List of Speakers (LOS) digunakan sebaik-baiknya oleh para delegasi. Ini terbukti karena di kelas C ini, kami hanya mencapai 29 LOS, di kelas A dan B yang sidang kemarinnya LOS mencapai 40 dan 44 buah.

Saya mengutip kata-kata teman saya Rean, “yang freak dapat negara yang freak”.

Sidang UNSC yang membahas konflik Russia-Georgia ini merupakan sidang yang paling seru dibanding 2 kelas yang lain. Negara-negara yang ikut serta dalam sidang ini adalah: USA, UK, China, Russia, France, Italy, Belgium, Croatia, South Africa, Ethiopia, Libya, Vietnam, Indonesia, Panama, dan Venezuela. Sidang dipimpin oleh seorang President dari delegasi Belgium.  Siapakah yang freak? Berikut adalah sekelompok delegasi yang menurut saya cukup freak:

-Panama: negara ini punya masa lalu yang cukup esensial bila dikaitkan isu yang diangkat. Para anggota delegasi nya adalah sekumpulan orang-orang pintar yang tidak terpisahkan.

-Russia: negara yang sangat berkepentingan dalam isu ini.  Anggota delegasinya sangat vokal dalam jalannya sidang. Mungkin maksud hati ingin membalas serangan-serangan dari USA. Tapi agak ‘kentang’ karena justru USA lah yang terus diserang. Russia merupakan delegasi favorit saya, setelah delegasi saya sendiri.

-Libya, Ethiopia, South Africa: 3 negara yang tergabung di dalam African Union, negara-negara yang sangat dekat dengan kemiskinan, tapi sok-sok mau ngomong banyak dalam sidang ini. Entah apa kepentingan mereka di sini. South Africa adalah delegasi saya sendiri. 3 Delegasi ini selalu bersekutu dan saling me-lobi (dan yang paling berisik) pada temporary adjourment.

Ya,  negara-negara di atas itu hanya kategorisasi berdasarkan opini saya saja.

Beberapa hal yang sangat disayangkan dalam sidang ini adalah:

– tidak ada delegasi Georgia yang memang aktor utama dalam isu yang diangkat. Tapi gapapa kok, kan memang tidak semua negara bisa ikutan sidang UNSC.

– delegasi USA nya berbicara sangat minim, apalagi kalau dibandingkan dengan delegasi Russia. Perbandingan ini berdasarkan pemikiran gue dimana USA seharusnya bisa menyerang Russia habis-habisan.  Mengingat interaksi 2 negara ini selalu naik-turun dengan tambahan bumbu-bumbu kenangan Perang Dingin dulu.

– ada oknum-oknum tertentu yang berlaku tidak sesuai dengan ketentuan sidang.

Delegasi Panama, South Africa, Libya, dan 1 orang delegasi Russia

Delegasi Panama, South Africa, Libya, dan 1 orang delegasi Russia

Sejauh ini, saya puas dengan jalannya sidang kemarin. Meskipun ada beberapa kegelisahan dalam pikiran karena suatu ketidak-adilan, saya hanya berpikir kembali bahwa ‘yang kuatlah yang akan menang’ .

Gak sabar lagi nunggu sidang UAS Prakdip. Mungkin politik di dalamnya lebih panas lagi.


About this entry