“This is your farewell kiss, you dog!”-Muntazer al-Zaidi

Ada berita yang sungguh menarik di minggu ini, yaitu aksi pelemparan sepasang sepatu kepada presiden AS, Bush, yang dilakukan oleh seorang wartawan Irak. Teman saya Alicia sudah membahas berita ini di blog nya.

Yang menarik adalah hal-hal yang terjadi sesudah peristiwa memalukan (bagi Bush) ini terjadi. Terdapat beberapa perbedaan respon di kalangan masyarakat Irak sendiri. Di satu sisi, perlakuan petugas keamanan Irak sendiri yang memperlakukan Muntazer al-Zaidi, si pelempar sepatu, dengan semena-mena. Zaidi diperiksa intensif oleh militer dengan tuduhan menghina pemimpin asing dan Perdana Menteri Irak. Dalam proses pemeriksaan itu, Zaidi diduga mendapakan penyiksaan saat diamankan oleh militer Irak, hingga ia mengalami patah tangan, rusuk, dan pendarahan di dalam, dan cedera mata.

Muntazer al-Zaidi

Disisi lain, Zaidi justru dianggap sebagai pahlawan bagi rakyat Irak. Pada saat penahanannya, ribuan masyarakat Irak turun beramai-ramai ke jalan-jalan di Irak, untuk memprotes penahanan tersebut. Iyalah, kalo dipikir-pikir, wajar aja masyarakat awam Irak begitu mengagung-agungkan Zaidi, terutama mengingat apa yang telah dilakukan AS terhadap Irak semasa pemerintahan Bush.

Aksi yang dilakukan Zaidi itu justru membawa pengaruh terhadap masyarakat Irak. Lemparan sepatu Zaidi itu kini ditiru di wilayah Sadr City. Ketika kendaraan militer AS lewat, banyak orang yang melemparkan sepatu mereka. Yah, bisa dilihat, tindakan Zaidi itu ternyata telah menimbulkan ‘keberanian’ bagi warga Irak sendiri.

Lebih luas lagi, peristiwa pelemparan sepatu itu membawa respon dari lingkup internasional, terutama dari negara-negara Arab. Memang si, bagi pemerintah Irak, tindakan Zaidi itu dianggap memalukan. Namun, bagi dunia Arab, tindakan itu justru ‘kado perpisahan yang tepat’ bagi Bush. Bahkan yang terjadi kemudian adalah ratusan pengacara menawarkan bantuan mewakili Zaidi tanpa bayaran.

Dari berita di Kompas, gue lihat bahwa Zaidi bahkan di Libya, Aisha, putri dari Moamer Kadhafy, berencana akan memberikan penghargaan berupa ‘medali atas keberanian’ untuk koresponden wartawan TV Al Baghdadia tersebut. Hampir serupa dengan penghargaan yang diberikan dari Libya, di Lebanon, kelompok militan Hezbollah menyatakan bahwa Zaidi seharusnya diberi penghargaan sebagai ‘pahlawan Irak’.

Presiden Venezuela Hugo Chavez pun turut member respon kepada aksi yang dilakukan Zaidi. Ia mengaku kagum pada keberanian Zaidi. ”Untung saja sepatu Zaidi tidak mengenai Bush. Saya juga tak setuju dengan lemparan sepatu itu. Namun, keberanian Zaidi boleh juga,” begitu kata Chavez. Ia mengaku tersenyum lebar saat menyaksikan insiden itu melalui rekaman video di stasiun TV.

***

Respon saya?

Gila, berani juga itu wartawan.

Lalu kalo melihat respon langsung dari Bush,

“Okay, everybody calm down for a minute. First of all thank you for apologizing on behalf of the Iraqi people. It doesn’t bother me. And if you want some — if you want the facts, it’s a size 10 shoe that he threw. (Laughter.) Thank you for your concern, do not worry about it. “

Hey, Mr. Bush, selera humor anda lumayan juga. Nice try!

Dan atas kejadian itu, ga heranlah kalo Zaidi sendiri harus ditahan dan diadili, atau mungkin mendapat hukuman atas perbuatannya. Bagaimana pun perbuatannya sudah mempermalukan bangsa lain (meskipun memang layak untuk dipermalukan!).

Coba lihat kejadian yang baru terjadi di Cina. Terdapat aksi pelemparan telur kepada bendera Partai Komunis Cina. Dari berita di Kompas ini, bisa dilihat bahwa kepolisian China menahan dua orang yang dituduh menghina bendera nasional dan simbol-simbol Partai Komunis yang berkuasa lainnya dengan melempar telur berisi tinta. Lebih 100 polisi dikirimkan untuk mencari tersangka pelaku kejahatan itu setelah empat bendera pada pemakaman para tokoh komunis di kota barat daya China, Chongqing, pada bulan lalu dinodai dengan tinta.

Ironis sekali ya! Ada dua kejadian ‘penghinaan’ yang terjadi. Apa mungkin kejadian di Irak juga member sedikit keberanian bagi rakyat Cina untuk melakukan aksi yang hampir sama? Yah, meskipun hanya ditujukan kepada bendera dan simbol-simbol partai yang berkuasa. Coba ya kalo di Cina juga terjadi pembelaan dari rakyatnya untuk membela aksi dari pelaku pelemparan telur itu. Hmmm…

Adios!


About this entry