Hillary Clinton dan Dahsyat: Diplomasi Publik yang Menawan

2-3 hari yang lalu Indonesia kedatangan tamu kehormatan dari negara adidaya Amerika Serikat. Tidak lain tidak bukan, tamu itu adalah mantan ibu negara sekaligus menteri luar negeri AS saat ini, Hillary Rodham Clinton. Melalui postingan ini, gue mau membahas soal kedatangan tamu istimewa itu dan wawancara eksklusifnya di acara music Dahsyat di RCTI, Kamis (19 Feb’09) kemarin.

Sebelumnya, perlu diingat bahwa acara music Dahsyat merupakan acara musik yang bisa dibilang sangat merakyat dengan anak-anak muda di Indonesia, dan di bawakan setiap harinya oleh Luna Maya, Rafi Ahmad, dan Olga Syahputra. Tapi yang dikategorikan anak-anak muda di sini merupakan anak-anak muda yang menyukai dan menjadi korban band-band baru Indonesia sekarang. Ya intinya, Dahsyat itu acara yang sangat merakyatlah, sangat berbeda dari acara-acara musik MTV.

***

hillary

Kehadiran Hillary Clinton di Dahsyat sudah digembar-gemborkan sejak beberapa hari sebelum hari H nya. Awalnya gue berpikir kalo kehadiran mentri luar negeri AS itu adalah salah satu trik untuk mengangkat rating Dahsyat yang memang bersaing dengan banyak acara sejenis dari stasiun TV lainnya. Alasan ini memang masuk akal. Tapi setelah menonton wawancara ekslusif (yang tidak disiarkan secara langsung) yang dipandu oleh Luna Maya dan Isyana Bagoes Oka (news anchor-nya RCTI), gue malah kagum sendiri dengan kehadiran Hillary Clinton di Dahsyat. Iya gue memang kagum dengan Hillary secara personal, atau dengan Isyana Bagus Oka, dan gue juga ga nyangka kalo Luna Maya yang bakal mewawancarai Hillary. Tapi gue lebih memuji kehadiran Hillary yang merupakan diplomasi publik yang sangat hebat.

Apa dan bagaimana Diplomasi Publik sudah pernah saya tuliskan di blog ini. Berdasarkan penjabaran dari tulisan itu, saya mencoba menganalisis dengan singkat diplomasi publik yang tercipta melalui kehadiran Hillary Clinton di Dahsyat itu.

Ada dua hal yang didiplomasikan dalam acara itu. Yang pertama adalah usaha dari AS melalui menlu nya untuk membangun kembali citra negara tersebut, dari citra penuh interfensi ala Bush menjadi citra lebih bersahabat dan diplomatis ala Obama. Untuk membangun citra tersebut, memang bisa saja jika hanya dilakukan melalui interaksi G2G (antar pemerintah ke-2 negara) saja. Namun usaha ini menjadi lebih gencar lagi jika dilakukan juga langsung kepada masyarakat negara yang bersangkutan.

Untuk Indonesia misalnya, kalangan diplomat di departemen luar negeri, atau orang-orang (mahasiswa, dosen, dan peneliti) yang memang mempelajari ilmu hubungan internasional sudah pasti akrab dengan yang namanya kebijakan luar negeri negara-negara, tanpa perlu dipopulerkan lebih lanjut melalui tokoh-tokoh ternama. Tapi bagaimana dengan masyarakat awam yang tidak akrab dengan kebijakan luar negeri negara-negara lain. Cara yang dilakukan oleh pihak AS dan RCTI melalui program Dahsyat ini bisa saja berhasil menjelaskan kepada masyarakat awam bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi AS. Dalam tayangan itu, Hillary mengemukakan bahwa Indonesia merupakan tempat yang menjanjikan di masa yang akan datang, tempat dimana demokrasi akan berjalan dengan baik.

Hal kedua yang didiplomasikan dalam kehadiran Hillary Clinton di Dahsyat adalah pelajaran politik bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang kita ketahui, bulan April mendatang Pemilu akan dimulai di Indonesia. Dalam wawancara itu, Hillary secara tidak langsung menyajikan pelajaran akan demokrasi kepada masyarakat Indonesia yang akan mengikuti Pemilu 2009 ini. Ia menyatakan bahwa kalah dan menang merupakan hal yang wajar bagi penyelenggaraan demokrasi di suatu negara. Semoga saja melalui pernyataan beliau itu bisa ditangkap oleh mesyarakat Indonesia dan tidak akan melakukan keributan jika pilihan mereka tidak memenangkan Pemilu mendatang.

Jarang sekali seorang politisi dunia sekelas Hillary Clinton tampil di dalam suatu program musik di negara lain. Ternyata usut punya usut, tim Hillary melakukan survey dulu lho acara apa yang bagus di Indonesia, karena beliau tidak mau hadir di acara talkshow biasa. Dahsyat, atau yang disebutnya ‘Awesome’ itu dipilih karena memang acara musik yang memiliki rating tertinggi di Indonesia.

***

10 menit Hillary Clinton hadir di Dahsyat, merupakan diplomasi publik yang sangat menawan yang pernah saya lihat! Awesome!

Cheerio!


About this entry