H- Pemilu Legislatif: Siapa yang kenal Caleg-nya?

Pemilu Legislatif sudah dekat. Kampanye terbuka pun sudah dimulai, menyusul penempelan atribut-atribut partai dan caleg yang sudah dimulai dari hampir sebulan yang lalu.

logo-pemilu2Ya,  sudah dari sebulan yang lalu poster-poster, pamflet-pamflet, selebaran-selebaran, stiker-stiker, dan alat-alat publikasi lainnya ‘menghiasi’ (baca: mengotori) lingkungan sekitar. Tidak tanggung-tanggung, untuk saya sendiri, rasanya sudah banyak caleg yang menginvite saya ke profile atau group di Facebook-nya. Dari sekian yang meng-invite, hanya satu yang saya approve, itu pun karena berbagai pengecualian untuk tidak menolaknya, walaupun dia bukan caleg dari propinsi saya.

***

Partai A, B, C bikin iklan di TV dengan membangga-banggakan kinerja orang mereka di kursi pemerintahan saat ini (sampai lupa bahwa di pemerintahan terdiri dari orang-orang dari banyak partai). Partai X, Y, Z-yang merupakan partai baru di Pemilu 2009-menawarkan janji-janji pembaharuan di pemerintahan yang akan datang.

Caleg O, P, Q menempel stiker di angkot-angkot, baliho besar di pinggir jalan, bahkan membagi-bagikan kaos bercetak lambang partainya. Sementara yang lain memasang iklan di berbagai media cetak, atau mengadakan konser-konser dangdut untuk menarik massa.

Semua itu dilakukan dengan tujuan agar mereka dikenal oleh para pemilih di Pemilu nanti. Tapi apakah mereka berhasil dengan segala usaha itu?

***

Saya sempat mengobrol dengan beberapa teman, apakah mereka sudah punya pilihan untuk Pemilu Legislatif besok. Dan hampir semua mengatakan bahwa mereka belum tahu caleg mana yang akan dipilih. Paling banter yah tau partai yang akan dipilih saja, atau paling tidak menunggu Pemilu presiden saja. Sisanya? Memutuskan buat golput, alias tidak ikut memilih di Pemilu nanti.

Kebanyakan dari teman-teman yang saya tanyakan mengatakan bahwa terlalu banyak pilihan caleg pada Pemilu kali ini, sampai bingung harus memilih yang mana. Atau ada juga yang bilang, gimana bisa kenal calegnya, wong sekarang aja ada di kota lain, gimana bisa cari tahu tentang calegnya. Makanya, mereka pun kemudian memutuskan untuk golput saja. Nah lho!

Gak tau/gak kenal caleg lalu golput?

Sepertinya itu menjadi satu-satu nya pilihan calon pemilih yang tidak tahu-menahu soal Pemilu kali ini. Mungkin dalam benaknya masing-masing ada kekhawatiran salah pilih caleg, dari pada salah pilih caleg yang gak bener, lebih baik gak usah milih.

Bahkan ada orang-orang tertentu yang dengan bangganya mengatakan bahwa ia akan golput. Bukan karena gak kenal calegnya, tapi karena merasa Pemilu itu tidak penting. Coba lihat group di Facebook ini.  Di saat partai-partai gembar-gembor akan partainya masing-masing, caleg-caleg juga promosiin diri masing-masing, ada juga pihak-pihak yang gembar-gembor untuk tidak ikut serta dalam Pemilu.

Saya sendiri belum tahu siapa yang akan saya pilih di Pemilu legislatif nanti. Tadinya sudah ada pilihan, caleg yang satu-satunya saya kenal, dan berasal dari partai yang memang dari awal saya dukung. Eeh, ternyata meskipun dia Caleg untuk propinsi saya, tapi dia bukan caleg di daerah pemilihan saya. Jadi sekarang saya harus mencari caleg baru  untuk dipilih.

***

Dari sebulan waktu kampanye hingga kampanye terbuka sekarang ini, apakah teman-teman pembaca blog saya ini sudah mengenal caleg-caleg yang ikut serta di Pemilu legislatif 9 April nanti?

Siapa pun pilihannya, kita tetap punya harapan yang sama untuk Indonesia yang damai kan…

Cheerio!


About this entry