Apalah Arti Sebuah Nama?

“What’s in a name? That which we call a rose
By any other name would smell as sweet.”

- William Shakespeare, Romeo and Juliet.-

atau

“Apa lah arti sebuah nama,” begitu orang-orang biasa mengatakan.

Yaa, nama itu memang tidak begitu penting kalau namanya memang bagus, sesuai dengan si empunya nama,  atau menjadikan si empunya nama sukses. Tapi kalau namanya gak cocok di hati atau justru membuat si empunya menjadi repot, ga jarang kalau pada akhirnya nama itu di ganti.

mrazJason Mraz, smakin sukses dengan album yang berasal dari namanya: MR. A-Z.

soeharto_family1Klan Soeharto masuk ke dalam deretan teratas orang-orang terkaya di Indonesia berkat nama mantan presiden Indonesia itu yang berembel-embel harto alias harta. (terlepas dari asal muasal segala kekayaannya, mereka tetap orang yang banyak harto-nyo yoo..)

atau yang lebih menyedihkan…

Seorang teman bercerita kepada saya tentang kerabatnya yang menamakan bayinya dengan nama Dipanggil Tuhan. Hasilnya? Malang sekali, hanya 2 hari anak itu menghirup nafas di dunia, karena akhirnya dipanggil Tuhan beneran.

Mari kita membahas tentang arti sebuah nama di masyarakat suku Karo, karena ini merupakan sebuah bahasan yang unik (baca: kocak bikin ngakak!), yaah, di samping gue juga orang Karo.

***

Dimulai dari hal yang menurut saya paling kocak dan terkadang enggak banget de. Ada saja ide pemberian namanya!

Ada beberapa kategori penamaan di orang Karo:

1. Orang Karo itu paling hobi ngasih nama kepada anaknya sesuai dengan benda-benda yang paling dulu dilihat ketika anak itu lahir. Tidak heran, kalau orang Karo (jaman dulu atau generasi bapak/ibu gue) ada saja yang namanya Meja, Kursi, Pinsil, dll.

2. Atau sesuai dengan benda-benda yang mereka suka, yang kadang sering membuat gue ketawa sendiri kalau ngeliat daftar nama orang Karo. Contohnya, ada aja yang ngasi nama anaknya: Dollar, Pounsterlling, Atom (ups! nama dosen gue ni), Usia, Telaga (ups lagi! dua nama ini nama tante dan om gue), Benteng, Kasir, Obat, Ramuan, dan nama benda-benda lainnya.

3. Ada juga yang memberi nama seperti  sedang memberi tekanan bahwa si anak BENAR-BENAR orang Karo, atau benar benar bermargakan marga bapaknya. Misalnya: Pasti Sembiring, EndaminGinting (ini dari bahasa Karo, endamin berarti: Inilah), IameSurbakti (iame berarti: dialah), Jendame Karo-karo (jendame berarti di sinilah), Egia Meliala (egia berarti inilah),  atau nama-nama lain yang belum gue sebutkan.

4. Dan seperti nama orang Indonesia lainnya, sering juga nama-nama orang Karo diberikan sesuai sifat atau sikap yang menjadi harapan orangtuanya kepada anak itu. Ada aja orang Karo yang bernama Dermawan, Mulia, Adil, Pehulisa, Mehulisa, Ulina (nama-nama yang mengandung unsur uli itu pasti mengandung arti ‘yang baik’).

*yang agak narsis bikin nama anaknya Mehuli Rehadi Ginting, yang artinya yang baik pasti datang kalau Ginting – yang baik (mehuli) datang (reh) kalau (adi) Ginting*

*adiknya kakek gue bernama Timan (timan berarti: yang ditunggu). Dan beliau benar-benar menjadi yang ditunggu sampai akhir hidupnya, karena tidak pernah kembali lagi ke Indonesia hingga ia meninggal di Polandia*

5. Dan tidak lupa juga, banyak orangtua yang menamakan nama anaknya sesuai dengan nama tokoh-tokoh besar, atau tokoh-tokoh di kitab suci. Itu pasti dengan harapan si anak akan menjadi seperti tokoh itu.

6. Oiya, berdasarkan buku budaya Karo yang gue baca, orang Karo juga memberikan gelar uru-run kepada seseorang. Gelar uru-urun berarti nama main-main di samping nama sebenarnya, dengan maksud mempermudah mengingat nama atau mempermudah orang itu untuk dipanggil. Gelar uru-urun ini biasanya dikasi: berdasarkan singkatan marga/beru (Nande Iting, Mama Karo, Nande Tigan), dengan sinonim (Pa Mbelin-mbelin=besar, Pa Sikap-sikap=beres, Pa Randal-randal=baik), dengan antonim (gue gak ngerti soal ini, skip aja ah), atau dengan ciri-ciri khusus (Ame Jingkat-karena dia rajin-jingkat=rajin, Pa Diker-karena dia pelit-diker=pelit, Pa Cirem-karena dia rajin senyum-cirem=senyum.)

Begitulah ‘asaS’ pemberian nama di orang Karo. Ada saja hal-hal menarik yang bisa menimbulkan tawa kalau dibahas lebih lanjut.

Seperti ini misalnya. Suatu hari sodara gue bercerita,

sodara gue : nama temen abang lebih lucu lagi!

gue             : apaan bang namanya?

sodara gue : namanya Lautan Asmara!!!! (Whattt the???!!!! !@#$%^)

gue             : ya ampuuuun *ga tau mau respon apa lagi selain ngakak*

***

Oiya, terakhir, saya mohon maaf bila ada pembaca yang tersinggung karena mungkin nama  orangtua atau keluarga nya yang tidak sengaja tertulis di atas…

Cheerio!


About this entry