Carlos Visit

Mata saya sudah tidak kuat menahan kantuk di tengah-tengah skripsi. Mari menulis blog untuk menyegarkan suasana. Tulisan kali ini cerita-cerita aja.

Sabtu kemarin, keponakan tersayang, Carlos datang ke Bandung sama bokap-nyokapnya alias para sepupu gue. (Iye, ortu nya Carlos itu dua-duanya sepupu gue. Carlos itu hasil dari ‘perkawinan antar impal’ yang pernah gue bahas di blog ini)

Carlos malu-malu

Carlos malu-malu

Dari siang dia datang, moodnya anak itu gak bagus. Nyokapnya bilang ‘Si Carlos udah 2 hari ga belo, jadi dia ngerasa ga enak sama perutnya.’ (belo itu bahasa sok manis nya kakak gue, yang artinya b*ker)

Carlos BeteCarlos Bete

Datang-datang ke kosan gue, dia langsung mondar-mandir ‘menghitung luas’ kamar gue yang tidaklah lebar ini. Nyari-nyari barang yang menarik hati dan bisa dijadiin mainan. Gue bantuin nyari, dengan tujuan si bocah bisa sedikit lebih tenang. Alhasil, mari menebak apa yang gue kasi ke Carlos dan bisa bikin dia sedikit tenang.

Mainannya Carlos

Mainannya Carlos

Yak, betul sekali!! Carlos menjadi lebih tenang setelah menemukan gulungan sampul plastik gue, tube redoxon, dan sambel botolan. Dan sepanjang hari kita muter-muter Bandung pun gulungan sampul plastik dan tube Redoxon pun menjadi teman bermain Carlos. Padahal udah dibawain maenan lain di mobil, tapi dua benda itu menjadi teman sejatinya, untuk dipegang-pegang, diputer-puter, bahkan dihisap-hisap!

Awalnya, Kakak gue berencana menitipkan Carlos di kosan gue malam-malam karena ada kondangan. Maksudnya, gue yang jagain Carlos, tanpa bantuan baby sitter (karena memang tidak memakai jasa pengasuh) selama ortu nya di kondangan. Yaaah, kalau pembaca kenal gue, sudah pasti akan mengatakan ‘Emang lo bisa, Na?‘ Dan benar, sampai di Bandung pun mereka semakin ragu menitipkan Carlos ke gue, malah gue yang diajak ke kondangan.

Siang sampai sore terlewati dengan adegan Carlos agak rewel. Mungkin karena dia memang dikelilingin sama teman-teman kantor abang gue, yang notabene adalah orang-orang yang baru dia kenal. Tapi giliran ditinggal di mobil bareng gue dan nyokapnya, Carlos bisa saja ketawa.

Mood-nya bagus

Mood-nya bagus

Jam 5 sore, kita uda balik ke kamar kos gue. Gue beserta Si kakak dan abang bersiap-siap ke kondangan. Selama beberapa waktu terjadi adegan ‘memaksa Carlos makan’ karena seharian itu dia sama sekali belum makan, kecuali makan biskuit, kentang goreng, dan minum susu. Makanan yang dikasih? Sangatlah kreatif! Bubur Ayam Jalaprang yang mangkal di depan Jalan Bukit Indah, Ciumbuleuit itu.

Di tengah adegan pemberian makan itu kita menggunakan berbagai macam intrik. Kita menyalakan TV dan mencari saluran TV Indonesia yang sedang iklan (Carlos doyan banget nonton iklan). Sempat listrik di kosan mati karena ada teman yang menciptakan korsleting listrik. Bisa ditebak, saat listrik mati, kamar gelap, tidak ada TV, Si Carlos pun merengek-rengek dan hampir tersedak. Sampai-sampai gue ngeluarin gurauan super-duper kreatif dan ajaib: ‘Carlos liat! Ada meong terbang’ sambil menunjuk ke atap kamar. Jangan protes, gue cuma uda kehilangan akal karena ga tega harus lihat dia nangis.

Adegan berikutnya. Si Abang mandi, dan gue mencoba main-main dengan Carlos sementara si Kakak tetap berusaha menyuapi bubur Jalaprang. Tiba-tiba, tanpa ada bunyi apa-apa, semilir angin berbau tidak sedap lewat telak menghantam tepat di muka gue. Ooooh no! Si Carlos ke**ut! Kakak gue cuma ketawa-ketawa, dan pada waktu bokapnya Carlos keluar dari kamar mandi, sambil ketawa dia bilang ‘Pa, tadi Bik Ua dike**utin sama Carlos’ (Gue dipanggil Bik Ua/Bik Tua/Bik Tuo sama Carlos)

Yak berikutnya. Giliran gue yang mandi. Lalalala, gue mandi dengan semangat tanpa menghabiskan waktu yang panjang. Apa yang terjadi sewaktu gue keluar dari kamar mandi???!!!

Taraaaaaaa….. Ada bau yang lebih semerbak daripada bau yang memukul telak indra penciuman gue sebelumnya.

‘Hehehehe….Bik Ua, Si Carlos eek. Hebat ni, kamar Bik Ua bisa bikin Carlos eek.’ nyokapnya Carlos nyengir ke gue. *and I was soooo speechless*

Gak ada yang bisa gue lakukan selain membuka pintu kamar lebar-lebar, lalu menampung air panas untuk membersihkan Carlos, dan tertawa. Gue ketawa karena akhirnya si Carlos pun bisa riang dan ngoceh lagi setelah seharian moody ga jelas karena belum belo selama 2 hari.

Bahkan setelah belo, tu anak uda bisa nyanyi-nyanyi lagu kesukaannya sambil gue gitarin. Begini lagunya:

Aku bahagia, bahagia, bahagia, bahagia

Aku bahagia, bahagia, bahagia, bahagia

Karena Tuhan Yesus angkat beban ku

Yesus angkat bebanku dan buang ke laut, Byur!

Buang ke laut, Byur!

Buang ke laut!

atau suka diubah lirikn reff-ya menjadi (plus gaya-nya Carlos):

Yesus angkat cengeng Carlos dan buang ke laut, Uuuu!

Buang ke laut, Uuuu!

Buang ke laut!

Jangan tanya kenapa lagunya begitu. Biasalah, namanya anak kecil, pasti diajarin sebisa mungkin lagu-lagu rohani anak. Meskipun, Carlos juga sangat amat menyukai lagu: Resah Tanpamu-nya Titi Kamal dan Anjie Drive. Begitu denger lagu terakhir ini, kayaknya semua bete dia ilang. Tapi alhasil HP gue tempat muterin lagu itu (ya, gue emang punya lagu itu di HP) malah diembat dan hampir dijadiin hak milik sama Carlos.

Carlos dan HP gue

Carlos dan HP gue

Anyway, gue seneng banget Sabtu kemarin karena kunjungan si Carlos!  Malamnya, sepulang kondangan, kita  nongkrong di Cawit Ciumbuleuit. Dan senangnya! Karena Si Carlos mau gue gendong sewaktu turun dari mobil…

***

Cheerio!


About this entry