Review: Timur Ketemu Barat

Sebuah lagu menarik hati saya selama dua minggu ini. Bukan lagu yang umum, melainkan sebuah karya iseng-iseng dari pianis Indonesia idola saya, Levi Gunardi. Lagu ini dimainkan ketika Kak Levi, begitu saya memanggilnya, mengadakan recital piano di Teter Salihara Jakarta, Sabtu 2 Mei kemarin. Saya juga pernah menulis tentang Levi Gunardi di sini.

“Ini iseng2 bikin, hehe, pake buat encore, judulnya belon dipastiin, bisa When East Meets West bisa Timur Ketemu Barat,”

begitu kata si komposernya, Levi Gunardi.

Apa yang istimewa dari lagu ini? Mari kita lihat saja videonya bersama-sama.


When East Meets West atau Timur Ketemu Barat.

Mendengarkan bagian awalnya langsung bikin saya jatuh cinta! Karena pada dasarnya saya sangat suka denger lagu-lagu bernuansa tradisional, terutama nuansa Jawa/Bali gitu. Irama Cublak-cublak Suweng membuka lagu ini.

Di tengah-tengah denting piano berubah menjadi sedikit swing, lalu bergeser lagi menjadi sangat sendu-minor, dan lanjut ke irama musik klasik.

Dan tiba-tibaaaa…

Nuansa Barat yang dihampiri si Timur pun muncul.. Ada irama theme song-nya Marlboro! Siapa yang tidak kenal melodi yang sangat Barat itu, karena iklannya sering sekali muncul di televisi. Marlboro kan memang icon rokok Amerika sekali…

Dan musik tetap berlanjut, padanan Cublak-Cublak Suweng bercampur serasi dengan Musik Marlboro.

Oiya, lagu ini sangat Levi Gunardi sekali lho. Cublak-cublak Suweng menggambarkan ciri khas musik Indonesia pentatonik yang selama ini sering Levi bawakan. Dan Marlboro? Itu adalah merk rokok yang dihisap oleh pianis generasi MTV ini.

Coba saja dengarkan lagunya di playlist saya di blog Multiply saya.

Awesome!


About this entry