Tentang Si Penusuk dari Belakang

Orang-orang sering mengatakan:

“semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa.”

Baru-baru ini, seorang dosen di kampus pun mengatakannya berulang-ulang.

Tapi yang saya sadari saat ini, angin tidak hanya ada di dataran yang tinggi, atau di atas pohon. Di dataran rendah tetap ada angin yang kencang, di bawah pohon pun angin masih bertiup.

Saya tidak pada posisi seperti dia yang berada di puncak kekuasaan. Memanjat pohon saja saya belum sampai setengah dari tinggi pohon. Tapi yang saya rasakan sepertinya sama, sama-sama menyakitkan.

backstabber

Backstabber, penusuk dari belakang.

Mari berbicara dulu kepada cermin, lalu mengatakannya kepada diri sendiri.

Saya penusuk, anda juga penusuk. Penusuk yang terbaik adalah yang mampu menusuk teman terdekatnya dengan pelan-pelan, tanpa langsung dirasakan sakitnya. Saya atau anda?

Mari berbicara dulu kepada cermin, lalu mengatakannya kepada diri sendiri.

***

postingan semi curhat yang tidak menentu!


About this entry