Si Awal Bulan

Hayo tebak, apa yang rajin mengunjungi para perempuan setiap bulannya? Siklus ini datang tiap bulan, hampir menyamai siklus bulanan yang biasa disebut menstruasi. Dia adalah Si Sindrom Awal Bulan.

***

Sebenarnya gue sedikit kehabisan ide untuk menulis di blog. Tapi siang tadi gue keinget bacaan iseng gue kemarin. Kemarin gue asik melahap berita di kompas.com tentang harta kekayaan Prabowo yang mencapai 1.7 Triliun Rupiah, berikut tentang kuda-kudanya yang harganya juga selangit, dan berbagai macam kekayaan lain milik cawapres dari Gerindra ini.

Gue jadi ingat, tahun lalu terungkap kasus penerimaan suap sebanyak 660.000 dolar AS atau kira-kira sebanyak 6 Miliar Rupiah yang dilakukan oleh jaksa Urip Tri Gunawan.

Wew! Baik 1.7  triliun atau 6 miliar sekalipun gue ga kebayang berapa itu banyaknya. Dan bagi orang yang memiliki uang sebanyak itu, mereka pasti tidak akan mengenal apa yang namanya Sindrom Awal Bulan.

uang

Sudah hampir 4 tahun gue tinggal di Bandung buat kuliah. Selama hampir 4 tahun gue ngekos di dekat kampus Unpar tercinta. Dan selama itu juga gue mengenal sindrom ini.

Setiap bulannya sebagai anak kos gue dan teman-teman senasib lainnya dikirimkan uang bulanan sama orang tua masing-masing. Seringnya sih  jadwal pengiriman uang dilakukan di awal bulan. Karena itulah, awal bulan menjadi saat-saat paling menyenangkan kita selama sebulan.

Sindrom Awal Bulan 1

Di awal bulan, rasa-rasanya kami bisa membeli apa pun yang kita inginkan. Kalo di masih di wilayah kampus, itu berarti bisa makan di Sentra Kampus sering-sering; di wilayah luar kampus, berarti bisa menikmati makan di cafe-cafe yang terkenal di Bandung; nonton film yang disukai; atau beli barang-barang yang ketika di akhir bulan disadari bahwa betapa tidak bergunanya barang itu dibeli.

Di pertengah bulan hingga akhir bulan, yang terjadi biasanya adalah sindrom ‘yang penting perut kenyang dan sehat, tidak peduli makan dimana, dan sering kali jatah bermain keluar dari kos pun turun drastis dibandingkan awal bulan.

Dan di akhir bulan, seperti yang gue bilang sebelumnya, kadang-kadang yang terjadi adalah penyesalan, seperti: kenapa harus membeli barang A, padahal kan yang lama masih ada; kenapa membeli barang B, padahalkan lebih butuh C; atau kenapa sih gue beli barang D, padahal uangnya bisa dipake buat makan enak di akhir bulan.

shopping

Sindrom Awal Bulan 2

Bagi orang yang punya uang 6M atau 1T pasti bisa membeli apa pun sesukanya dan kapan pun dia mau. Dan tentunya, tidak akan mengenal Sindrom Awal Bulan ke 2 ini.

Sindrom awal bulan ke 2 ini justru tidak terjadi di awal bulan, tapi justru di pertengahan menuju akhir bulan.

Sering kali gue dan teman-teman senasib melakukan window shopping di tanggal 15-31. Jika menemukan barang yang disukai, biasanya kita langsung bilang ‘Tunggu awal bulan, kita kesini lagi!’. Teman kosan gue bahkan dengan bangganya mengatakan ‘kita ini genk awal bulan‘.

Tidak hanya itu saja, tidak jarang ada juga yang meminjam uang teman yang nasibnya lebih beruntung dengan janji yang memelas,Awal bulan gue bayar deh!’.

Awal bulan pun menjadi waktu yang didamba-dambakan oleh kami si anak kos-kosan yang kurag bijaksana ini.

Gue jadi ingat sama cerita seorang sahabat gue yang beruntung karena kini sudah memiliki sebuah butik. Ketika gue bantu-bantu di awal pembukaan Hübsch Boutique (nama butik si temen gue itu), dia sempat cerita mengenai janji teman-temanya, salah satunya: ‘nanti awal bulan gue ke butik lo de ya‘. Atau curhatnya sahabat gue itu yang tidak jarang keluar ‘butik gue ramenya pas awal bulan, Na. Lama-lama jadi butik awal bulan aja deh!‘. Atau keluhan si penjaga butik yang tidak begitu bersemangat bekerja ketika tanggal 20-an, karena di tanggal-tangal seperti itu biasanya hanya sedikit pengunjung yang datang.

***

Yaaah, begitulah sindrom yang melanada kaum perempuan tiap bulannya. Kenapa hanya perempuan? Karena gue baru ketemunya sama  perempuan-perempuan saja, belum pernah tuh ketemu sama laki-laki yang begitu menantikan awal bulan. Tidak hanya menginfeksi golongan anak kosan saja, tetapi juga cewek-cewek kantoran yang pastinya doyan belanja.

Dan sudah tentu, sindrom ini hanya melanda orang-orang yang tidak pernah bergaul dengan uang yang akrab dengan jumlah uang sebanyak lebih dari 9 digit angkanya.

6M atau 1T ? Oooh Tuhan kapan gue bisa punya uang sebanyak itu? 1M aja boleh ga?

Cheerio!


About this entry