Jobless or Less Job?

15 Juni kemarin saya sidang S1 di HI Unpar. Sidang yang menegangkan, karena saya sendiri sempat merasa tidak pede. Dan untungnya, saya beruntung bisa mendapat nilai 80 pas dengan nilai akhir A.

Saya lalu  berpikir bahwa angka 80 itu merupakan angka kasihan yang diberikan entah oleh dosen pembimbing atau dosen penguji saya. Mungkin karena mengingat ‘nasib’ saya di H-sebulan skripsi harus berganti dosen karena satu dan lain hal. Atau mungkin nilai itu ada karena kedua orang tua saya ada di depan ruang sidang untuk menunggui saya. Atau (sukur-sukur) karena saya dipandang sedikit rajin, maka nilai A itu pun diberikan. Tapi entah dari mana pun asalnya, saya (berusaha) tidak peduli lagi, karena huruf A akan segera tercetak di transkrip saya.

Dan selamat datang di Jobless Club!

Banyak teman saya yang berkata demikian setelah saya menjadi sarjana. Selain jobless, saya pun merasa sangat less job. Padahal, masih banyak revisi skripsi yang harus saya kerjakan. Alhasil, saya pun berteman dengan game Restorant City yang ada di Facebook. Asik lho game nya!

Oiya, Facebook !

Selama +/- 1 bulan sebelum deadline draft skripsi, saya meminta seorang teman untuk mengganti password account saya di situs gaul itu. Kenapa? Karena pada titik tertentu, saya pun merasa tidak berdaya untuk menolak godaan setan yg bernama wall2an, komen foto, komen status, atau maen Pet Society. Makanya, terkadang langkah ekstrim pun perlu dilakukan. Tapi walaupun Facebook berganti password, ngeblog tetap jalan, rajin malah. Lihat aja tuh, postingan di blog ini rame banget di bulan Mei.

OK sekian, saya memang pengangguran yang sedang tidak banyak kerjaan, menjadi jobless yang juga less job.

Saya juga sangat sabar menunggu hari wisuda lhoo…

Cheerio!

graduation_cap


About this entry